Belajar di Rumah dengan Aplikasi e-Learning

Spread the love

Halo. Ini Vaya. Sekarang saya mulai menulis postingan di blog ini dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Anyways, selama di rumah aja, saya menghabiskan waktu dengan menonton YouTube, main Roblox, dan melakukan beberapa kegiatan lainnya biar gak bosan.


Baca juga: 50 Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Selama Karantina Corona Virus


Kali ini saya mau sharing beberapa aplikasi aplikasi E-learning yang pernah saya coba selama harus belajar di rumah. Hope it helps!

5 Rekomendasi Aplikasi e-Learning Terbaik untuk Belajar Mandiri di Rumah

Belajar di Rumah dengan aplikasi elearning

  • Google Classroom

Salah satu aplikasi e-learning yang saat ini banyak digunakan untuk pembelajaran daring adalah aplikasi besutan Google yakni Google Classroom. Sebagai bagian dari program Google G-Suite for Education, aplikasi yang gratis ini mulai bisa digunakan dengan resmi pada tanggal 6 Mei 2014. Google Classroom yang diluncurkan oleh Google bisa diunduh pada aplikasi seluler pada tahun 2015 dan bisa digunakan untuk dua-duanya Android dan iOS. Dengan layanan G-Suite lainnya seperti Google Sheet, Google Docs, dan Google Drive secara bersamaan, aplikasi Google Classroom juga terintegrasi.

Baik siswa atau guru harus memiliki akun Gmail untuk menggunakan Google Classroom. Guru bisa menggunakan opsi Create Class, kemudian memberikan kode kelas tersebut kepada anak didiknya untuk membuat kelas. Dengan menggunakan aplikasi ini, guru juga bisa membuat berbagai jenis tugas, kuis, dan materi sehingga lebih mudah tersampaikan kepada para siswa. Menurut saya, aplikasi ini sangat bagus dan saya sendiri menggunakannya untuk kelas online selama beberapa bulan terakhir ini. Tidak ada batas waktu penggunaan, dan penggunaannya pun mudah. Jadi ini adalah aplikasi yang paling saya rekomendasikan.

Google Class Room

  • Ruangguru

Ruangguru adalah aplikasi yang pernah saya gunakan sebelumnya. Ini adalah salah satu aplikasi E-learning terbesar di Indonesia. Sekitar 15 Juta orang memiliki aplikasi ini yang didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman pada tahun 2014. Lebih dari 300.000 guru saat ini bekerja untuk aplikasi ini. Dan sekitar 100 siswa di dalamnya. Jadi itulah yang membuatnya menjadi aplikasi E-learning paling sukses di negara ini.

Ruangguru bisa jadi pilihan untuk belajar mandiri, sebab aplikasi ini pun menyediakan les privat online. Di sana kita bisa memilih langsung guru yang available dan mulai mendaftar untuk les. Konten yang disediakan oleh Ruangguru berjenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA dengan kurikulum nasional dan tentunya telah didesain khusus oleh para pengajar terbaik sudah  berpengalaman. Saat belajar di aplikasi, kamu juga bisa melakukan sesi tanya  jawab dengan guru secara langsung baik via chat ataupun via video call. Satu lagi, kalau kamu sedang bersiap menghadapi ujian, aplikasi ini juga menyediakan video belajar yang bisa diakses setiap saat.

Tentunya untuk mendapatkan lebih banyak konten pelajaran dan bimbel, kamu harus berlangganan paket pelajaran Ruangguru. Harganya bervariasi, saya tidak terlalu hafal karena sudah lama tidak menggunakannya. Lagipula yang membayar adalah adalah my Mom :). Silakan dicek di sini ya. Ruangguru.

  • Edmodo

Beberapa orang mungkin pernah mendengar tentang aplikasi ini, beberapa mungkin belum. Edmodo adalah aplikasi e-learning berbasis media sosial. Saat ini ada 50 Juta pengguna di seluruh dunia. Selama proses pembelajaran, aplikasi memungkinkan siswa, guru, dan orang tua siswa dapat berinteraksi. Dalam aplikasi ini para guru juga dapat melakukan survei dari metode pembelajaran dan tidak hanya memberikan materi.

Aplikasi ini didirikan oleh Nic Borg dan Jeff O’hara di tahun 2008. Meskipun aplikasi ini cukup tua, tapi ternyata tetap mendapat tempat di hati pengguna karena kemudahannya. Pada tahun 2014, Edmodo diberi penghargaan “Top Apps for Teachers” oleh PC Magazine dan “Cool Tool Award for Best Assessment Solution” dari Edtech Digest.

  • Quipper

Quipper adalah aplikasi e-learning lainnya. Di dalamnya ada beberapa fitur yang sangat berguna, salah satunya adalah Quipper School, di sini tempat guru memberikan materi dan penilaian langsung kepada siswa, dan ini bisa diakses secara gratis.

Apabila siswa ingin meningkatkan kemampuan belajar secara mandiri, tersedia ribuan video di Quipper Video. Namun untuk fitur ini, siswa harus mengeluarkan sejumlah uang untuk berlangganan tahunan. Cek langsung di Quipper

Saat ini mereka menyediakan paket baru bernama Masterclass, untuk membantu siswa yang ingin mendapatkan bimbingan masuk ke perguruan tinggi.

  • KelasKita

Satu lagi aplikasi yang bisa menjadi pilihan adalah Kelaskita. Kelebihan aplikasi ini adalah kemudahan dari sisi user experience (UX). Aplikasi ini mengadaptasi kemudahan berkomunikasi ala platform social media Facebook, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan guru dengan cara mudah dan menyenangkan, kapan saja. Aplikasi ini pertama kali rilis tahun 2013, dan dapat didownload secara gratis.

Dalam aplikasi ini terdapat fitur kuis dan tanya jawab dengan guru. Materi yang bisa dipelajari juga beragam. Pada intinya, KelasKita ini kurang lebih sama dengan Udemy, di sini guru atau tutor bisa membuka kelas sendiri, baik kelas berbayar maupun kelas gratis. Dan pengguna juga bisa langsung memilih kelas sesuai dengan yang dibutuhkan.

aplikasi belajar online


Ok, menurut kalian gimana? Bila ada yang mau menambahkan aplikasi lain yang rekomen buat belajar online dari rumah, tulis di kolom komentar ya.

Ok, peace.

-Krasivaya-

by

12 yo. Enthusiastic in filmography and editing, I love using my time to learn something new. :v Hope you like my writing. Just drop a comment and share it. :D

7 thoughts on “Belajar di Rumah dengan Aplikasi e-Learning

  1. Pingback: Cara Memblokir Situs di Google Chrome | Life & Travel Journal Blogger Indonesia

  2. Wah, ternyata banyak ya. Kalau tante tahunya cuma Google Meet, G.Class sama Zoom aja. yang lain baru dengar, hahaha. Eh ruang guru tahu seh, cuma gak pernah pake

  3. Pingback: Saatnya School from Home (Lagi) | Life & Travel Journal Blogger Indonesia

  4. Selama anak belajar di rumah, saya rasa benar-benar tidak sama dengan sekolah biasa. Hasilnya bisa dibilang tidak sampai 50%-nya.

    • Zizy Dmk

      Memang beda rasanya. Kalau biasanya anak bisa diskusi dengan guru langsung, kalau sekarang jadi tidak bisa, jadi memang beda sekali rasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *