6 Hal Ini Tidak Akan Ditemukan di Kursus Mengemudi

Ingin cerita sedikit mengenai pengalaman saya saat mengikutkan pengasuh Vaya dulu ke kursus mengemudi. Karena saya pribadi tidak pernah mengikuti kursus mengemudi, maka saya sangat serius ingin mengetahui bagaimana sebenarnya proses belajar mengemudi yang diikuti oleh si mbak. Hari pertama dia latihan, saya mengikuti dari belakang dengan mobil, lalu setiap selesai belajar mengemudi saya tanyakan sangat detail. Dan dua minggu kemudian, luluslah dia.

Kami pun mulai melakukan tes pertama kali dengan saya di sisi kirinya. Dan ya! Asli saya sungguh khawatir melihat betapa si mbak masih begitu kaku ketika memasukkan perseneling dan menginjak gas. Dan di sebuah jalan sepi, saat mobil kecil berada di polisi tidur dan mulai meleng, saya reflek menarik hand break, dan mesin langsung mati. Tepat sebelum dia hampir menyerempet mobil yang sedang parkir di tepi jalan. Saya langsung khawatir, karena menyetir itu bukan sekadar nyetir, tapi harus mengutamakan keamanan dalam berkendara.

Kemudian, saya akhirnya mendaftarkannya kembali, mengulang kursus mengemudi agar lebih lancar. Meski saya tahu, pada dasarnya yang dia pelajari tidak akan sama dengan apa yang dia dapatkan dari praktik. Dan akhirnya dia lulus lagi dan sudah sedikit lebih lancar. Minimal dia sudah bisa beberapa kali mengantar jemput Vay ke sekolah, sebelum akhirnya mobilnya menyerempet truk Aqua yang sedang parkir. Tak apa, selalu ada kejadian pertama kali.

Hal Yang Tidak Diajarkan di Kursus Mengemudi

Jadi, kali ini saya ingin membahas tentang hal-hal yang tidak akan didapatkan pengemudi dari kursus mengemudi.

Bagaimana mengatasi situasi saat semobil dengan orang yang suka memberikan komentar

Jadi kalau kita barus menyetir, dan didampingi oleh seorang pengemudi lain yang sudah lebih mahir, maka kita harus tahu bagaimana menghadapi mereka yang suka memberi komentar mengarahkan ini dan itu dan membandingkan gaya menyetir kita dengan mereka.

Orang-orang seperti yang sangat mungkin menyebabkan kecelakaan, karena beberapa dari merek suka merasa lebih dominan. Misalnya saja sista lagi menyetir dan di sebelah ada suami yang sibuk bilang begini dan begitu. Dalam kondisi ini berdebat tidak akan membantu, ya. Tenangkan diri, anggap saja begini, saja komentar-komentar itu keluar karena rasa cemas dan khawatir, jadi diambil saja positifnya bagaimana.

Perjalanan mengemudi selalu berbeda

Bagi yang ingin mengambil kursus mengemudi, alangkah baiknya bila diambil saat mendekati musim hujan. Lalu kalian juga kalau bisa mengalami juga latihan mengemudi di malam hari. Selalu ada saat pertama kali untuk setiap orang, menyetir di tengah hujan deras, menyetir di malam hari, melewati jalan pedesaan, melewati jalan berlika-liku dan curam. Termasuk mengemudi di jalan tol yang penuh dengan kendaraan cepat, kendaraan super cepat, dan mereka yang mengendarai dengan kecepatan gila.

Tenang, tidak perlu panik. Yang penting tetap tenang, menguasai kemudi, dan tetap di jalur yang benar. Dalam kondisi tertentu, memang selalu ada provokasi dari pengemudi yang tidak sabar di belakang kita. Seiring dengan bertambahnya jam terbang, semua akan menjadi pengalaman-pengalaman manis.

Suara klakson artinya beda-beda

Saat belajar mengemudi, kita diajarkan bahwa klakson digunakan agar pengemudi lain menyadari bahwa kita ada. Tapi saat kita sudah sering praktik mengemudi, kita akan sadar bahwa klakson adalah pengganti suara dari mulut. Hahah. Kalau yang mengklakson pendek dan cepat, maka itu bisa dianggap sapaan atau ucapan terima kasih karena kita sudah memberi jalan. Kalau ada klakson dua tiga kali berturut cepat, bisa jadi itu kode bahwa kendaraan di belakang minta jalan. Dan kalau klakson panjang bagaimana? Mungkin saja pengemudi yang tidak sabar, atau ingin memberitahu kita bahwa ada sesuatu terjadi dengan kendaraan kita. Selama praktik mengemudi, pastinya akan belajar mana bunyi klakson yang harus diperhatikan dan mana yang  harus dicuekin.

Dan kapan sebaiknya menggunakan klakson? Belajarlah membaca situasi, karena di beberapa tempat klakson memang hanya digunakan kalau perlu, dan di tempat lain ada yang sangat rajin membunyikan klakson.

Setiap mobil berbeda

Saya melihat jaman sekarang lebih memudahkan orang untuk belajar mengemudi, pilihan mobil matic sudah banyak, sehingga banyak yang tak ingin repot-repot mencari tahu cara menggunakan mobil manual kalau memang bisa matic. Tapi mobil matic di tiap merk pun berbeda, dan tetap butuh penyesuaian. Oh, ya. Usahakan juga untuk mencoba mengemudikan mobil manual, karena perjalanan mengemudi sendiri akan dihadapkan pada banyak situasi yang mungkin saja membutuhkan keterampilan di beberapa jenis mobil berbeda. Semakin sering kalian mengemudikan banyak jenis kendaraan, maka akan jadi lebih percaya diri saat harus pindah ke kendaraan baru.

Bagaimana menghadapi mobil yang mendadak mogok

“Langsung telepon saudara, telepon suami!” Begitukah? Haha. Bisa saja suatu saat dalam perjalanan seorang diri terjadi sesuatu pada mobil, entah mesin mobil mendadak mati atau ban mobil kempes. Tentu saja nasihat pentingnya adalah, lakukan pengecekan berkala sebelum berkendara. Tapi nahas memang tidak bisa ditebak. Bersiaplah dengan kondisi seperti ini. Jadi, pastikan memiliki nomor telepon bengkel langganan, nomor telepon polisi, serta menguasai sedikit keahlian otomotif. Dan tentu saja jangan panik ketika ban mendadak kempes. Tetaplah jalan perlahan hingga menemukan tempat yang aman untuk berhenti dan memeriksa kondisi kendaraan.

Mengetahui batas jarak aman dari balik kemudi

Idealnya sih memang jangan terlalu dekat dengan mobil di depan. Tapi dalam beberapa situasi seperti kondisi yang sangat macet dan tidak boleh meleng sebelum mobil lain mengambil jalur, atau ketika harus parkir paralel, maka kita harus bisa mengetahui di mana batas pas jarak dengan kendaraan di depan. Tidak semua kursus mengemudi mengajarkan ini, apalagi kendaraan tiap orang bisa beda-beda. Tentu saja ada beberapa trik yang bisa dipelajari, salah satu triknya adalah menggunakan whiper sebagai patokan, baik untuk mengetahui batas depan atau batas aman kanan dan kiri. Perbanyak mengemudi tentunya akan membantu mengasah insting terkait hal ini.

Berapa lama waktu untuk mahir?

Tidak ada batas tertentu mengenai kemahiran seseorang dalam mengemudi, sebab mengemudikan kendaraan ini sama seperti orang yang belajar masak, atau saat kita belajar hal lainnya. Tergantung seberapa sering dilatih, diulang, dan seberapa cepat kita menangkap ilmunya. Pesan terakhir, jangan lupa selalu gunakan safety belt saat berkendara.

Sharing is Caring
  • 2
    Shares

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to hello@tehsusu.com to collaborate.

2 thoughts on “6 Hal Ini Tidak Akan Ditemukan di Kursus Mengemudi

  1. Baca ini aku langsung inget kerasnya masa2 belajar mobil Ama papa wkwkwkwk. Yg ada jantungan Mulu Ama suara dia yg ngomel2. Untung akhirnya lulus, walopun setelah pindah Jakarta, ga ada sekalipun aku berani bawa mobil mba :p. Takuuuut hahahah. Beda Ama di Aceh yg sepi :D. .

    Tapi adekku yg seru pas belajar Ama papa. Nyemplung ke sawah wkwkwkwjwj , kocak banget dah itu :p. Untung belajarnya pake mobil butut, bukan yg bagus , abisnya papa kalo ngajar ga sabaran. Tau sendiri kan orang Batak kalo udah merepet gimana hahahah. Kita yg denger panik sendiri.

    Aku ga berani bawa mobil lagi, itu juga Krn sempet kecelakaan pas di Aceh. Tp sbnrnya accident ya pas udh mahir sih. Cuma memang ga hari2 aja . Sejak itu kayak trauma :D.

  2. Pingback: Mendadak Hujan Deras Saat Berkendara? Ini Tips Aman Berkendara Saat Hujan | Life, Parenting & Travel Journal Mommy Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *