Selamat Hari Buku Sedunia! Baca Cara Memilih Buku Bacaan untuk Anak.

Setahun lebih setelah pandemi, rasanya pasti mulai bosan ya, sama kayak saya. Sudah mulai bingung mau ngapain karena sepertinya rutinitas yang dilakukan sudah butuh penyegaran lagi.

Terutama buat Vay, yang sudah remaja, melihat dia terus-terusan menghabiskan waktu di depan laptop kok gatel gitu, anaknya jadi malas bergerak atau keluar rumah karena ingin ngobrol sama teman-temannya secara online.

Lalu mulai deh ngide untuk kembali membongkar koleksi buku-buku lama. Lumayan lho jadi menemukan buku bacaan ketika dia masih kecil, termasuk juga buku seek and find yang belum selesai dikerjakan. Jadilah dia bisa juga lepas dari laptopnya untuk serius melakukan tugas “mencari objek” di buku seek and find, dan juga membuka buku-buku lamanya.

Dan, sekarang kan Hari Buku Sedunia ini, sudah baca buku apa? Yang gak terlalu suka baca buku tebal pasti jawab, gak ada. Haha ya gpp.

Lanjut ya ngobrolin soal buku untuk anak. Meningkatkan minat baca anak memang tidak bisa serta merta jadi. Salah satu cara mudahnya adalah dengan membiasakan sejak dini membacakan buku atau mendongeng pada anak. Saya dulu paling suka membeli buku dengan cerita beragam yang didukung dengan gambar menarik, jadi secara visual langsung bisa membuat anak tertarik. Jadi kali ini mau sharing sedikit tentang bagaimana cara memilih buku untuk anak yang tepat.

Apa ya manfaat membaca buku untuk anak?

Orang sering bilang, banyaklah membaca untuk meningkatkan daya ingat. Itulah salah satu manfaatnya, saat membacakan buku untuk anak ataupun untuk orang dewasa. Anak ada dalam masa pertumbuhan sehingga dengan cepat bisa menyerap apapun informasi. Dengan membaca, anak akan mendapatkan kemampuan kosa kata yang banyak dan kemampuan berbahasa. Terkait daya ingat tadi, anak juga akan semakin terlatih berkonsentrasi, seperti mengingat detail cerita.

Sejak bayi, rutinlah membacakan buku dongeng untuk anak, sehingga anak terbiasa dan menyukai buku.

cara memilih buka bacaan untuk anak

Cara memilih buku cerita untuk anak

Jaman sekarang sudah lebih mudah bagi orang tua yang ingin mencari buku cerita untuk anak, sebab selain informasi sudah lebih banyak, pilihan juga beragam. Sebelum membeli, tentu orang tua harus yakin bahwa buku sesuai dengan usia anak, dan isinya juga bermanfaat. Berikut detail lengkapnya.

Beli buku sesuai dengan usia anak

Karena perkembangan anak di setiap usia berbeda, maka buku cerita yang mau dibacakan juga harus sesuai dengan step usia anak.

Anak-anak akan mengalami perkembangan yang berbeda di setiap usianya. Karena itu, buku cerita yang dibacakan pun tentu berbeda sesuai usia anak. Anak usia lima tahun tentu kurang cocok jika membaca buku untuk bayi. Jadi, sesuaikan buku dengan usia anak Anda, ya.

Untuk anak usia di bawah 1 tahun, cocoknya beli buku dengan banyak warna kontras dan gambar dominan

Anak bayi sampai satu tahun, tentu sudah boleh dibacakan buku. Utamakan mencari buku cerita dengan warna-warni yang cerah serta gambar yang dominan. Anak akan tertarik ketika melihat warna-warna dan matanya juga akan mulai merekam gambar yang dia lihat. Text? Tidak perlu terlalu banyak, dan biasanya buku anak di usia segini minim text, alias orang tua memang harus bisa mengilustrasikan cerita dari gambar yang ada.

Lalu, bahan buku cerita juga harus diperhatikan. Pilih yang cover dan isinya berupa lembaran kain atau busa. Selain agar awet tidak mudah rusak, juga agar aman bila anak kita iseng menggigit. Saya pernah juga membelikan anak saya semacam board book, yang tebal, itu juga awet.

Naik ke usia 1–2 tahun lebih, mulai deh pilih buku dengan karakter binatang atau tokoh kartun

Sedikit mirip dengan buku untuk usia di bawah 1 tahun, di usia ini buku untuk anak tetap juga harus dengan warna-warna yang cerah dan menarik. Namun di umur ini, kita sudah bisa mengenalkan karakter binatang atau kartun orang. Buku untuk Vay dulu saya belikan lebih banyak karakter binatang mixed dengan yang agak mendekati binatang asli dengan yang kartun, lalu ada juga yang bergambar kartun orang.

Text di buku pada usia ini sudah agak-agak panjang, tapi tetap gak terlalu panjang. Paling panjang satu paragraf pendek saja. Seringnya adalah gambar binatang dengan nama di atas, lalu habitatnya di mana. Orang tua mesti pinter-pinter bikin cerita juga di sini, jangan terlalu mengandalkan cerita dari buku.

Memasuki usia 3 sampai 5 tahun, saatnya membelikan buku cerita kehidupan sehari-hari

Di usia ini karena anak sudah mulai masuk kelas playgroup sampai dengan TK, buku bacaan dengan tema kehidupan sehari-hari adalah pilihan yang tepat. Ini adalah usia saat mereka belajar berinteraksi dengan orang lain dan mulai tahu bahwa ada orang lain yang memiliki keinginan berbeda dengan dirinya. Karena itu, sangat baik bila kita sering membacakan cerita kehidupan sehari-hari, agar anak bisa belajar bertenggang rasa sejak dini. Selain itu, pilih buku dengan gambar yang sesuai atau mendekati dengan dirinya. Misalnya buku cerita tentang pengalaman bersekolah  di TK, dan tokohnya mengenakan baju TK. Biasanya sudah ada text sedikit lebih banyak di sini, agar anak bisa terstimulasi untuk membaca.

Anak sudah masuk sekolah dasar? Pilih buku yang berisi lebih banyak teks

Di fase ini, anak-anak sudah harus dibiasakan banyak membaca. Mulailah beli buku bacaan yang porsi teksnya lebih banyak daripada gambar, agar anak  terbiasa untuk memahami konsep cerita. Tapi bukan berarti harus teks semua, buku bacaan dengan gambar ilustrasi sebenarnya sangat sangat membantu anak memahami cerita dan memperluas imajinasinya.

Ketika anak sudah masuk ke upper class (kelas 4 – 5 – 6) di sini fase memilih buku sudah harus dengan anaknya, karena anak sudah punya selera sendiri dan sudah pula bisa memilih buku yang dia suka. Kalau kami, biasanya datang ke toko buku dan agak lama duduk di pojokan untuk memilih buku bacaan yang ‘enak’ buat Vay. Saya suka keliling dulu membaca resume buku, lalu saya bawa ke anak saya. Dia coba baca dulu, kalau menurutnya tidak menarik, ya tidak dibeli. Cerita fiksi, horor, atau yang ringan seputar remaja, itu yang Vay suka.

Anak sudah masuk usia remaja? Perbanyak buku tentang kisah dan intrik remaja.

Buku tentang remaja selalu menarik untuk dibaca, sebab dunia remaja memang dunia yang penuh gejolak, penuh warna. Di usia ini remaja kita sudah tahu buku macam apa yang akan dia sukai, namun orang tua tetap harus mendampingi dalam memilih buku, untuk memastikan apa yang dibaca oleh remaja kita sesuai dengan usia.

Visual buku adalah kunci

Memang sih, idiom “don’t judge a book by its cover” ini benar. Tidak semua buku dengan visual cover biasa-biasa saja, isinya juga biasa. Demikian juga sebaliknya. Namun agar anak tertarik membaca, memang harus dimulai dari visual dulu. Syukurlah sekarang penerbit buku sudah makin bagus dalam hal mengikuti tren, ada banyak ragam buku yang bisa dipilih untuk anak, katakanlah seperti buku dengan hardcover, buku 3D, atau pop-up book.

Diary of a Wimpy Kid

Buka berisi nilai moral harus ada di dalam koleksi

Nah itu tadi di atas. Visual sudah oke, tapi apakah isinya juga mantap dan ada nilai moralnya?  Usahakan membeli buku dengan visual yang sudah bisa merepresentasikan isinya. Buku yang bisa dipilih misalnya bagaimana anak bisa belajar tentang empati, sabar, sopan santun, tenggang rasa, keberanian dan rasa takut, mengenal rasa sedih, dan banyak lagi. Satu lagi, kalau sudah menyangkut nilai moral maka sebaiknya tokohnya adalah manusia, bukan hewan.

Untuk fase anak remaja, cover buku remaja jelas dong sudah beda jauh dengan cover buku anak-anak kan? Di fase ini, nilai moral tidak ada di cover, berarti pe-er orang tua adalah bagaimana mengetahui buku ini tepat atau tidak untuk remajanya. Caranya sudah pasti dengan membaca dulu sinopsisnya, lalu melihat ulasan yang biasanya ada di situs review buku. Saya yakin sih kalau selera membaca setiap orang beda-beda, jadi tidak semua ulasan harus ditelan bulat-bulat.

Yang saya lakukan bila sedang mencari buku remaja untuk Vay, saya akan mencari situs parenting yang mereview buku untuk remaja, biasanya disertai dengan pros and cons. Situs review yang sebaiknya jadi rekomendasi adalah yang juga menyertakan ulasan atau review dari pembaca remaja, yang mencantumkan usia pembaca. Jadi biar Vay bisa membaca sendiri pendapat dari orang lain yang sebaya dengannya.

hari buku sedunia 2021

Oke. Bila sudah tahu tips cara memilih buku bacaan untuk anak, selanjutnya apakah ada rekomendasi buku bacaan? Ada dong. Saya pernah menuliskan beberapa rekomendasi buku bacaan, untuk dewasa dan untuk remaja, yang sudah saya baca dan ceritanya bagus, menurut saya dan Vay tentu saja. Berikut linknya, jadi bisa diklik langsung ya.


Baca ini: Rekomendasi Buku Bacaan Untuk Remaja

Lalu lanjut juga baca ke sini: Buku yang bisa dibaca selama pandemi

Dan juga lanjut ke sini kalau yang suka baca buku tebal: Rekomendasi Buku Baru.


Selamat membaca!

-zd-

 

Sharing is Caring
  • 1
    Share

by

About Zizy Damanik Passionate in travel, photography, and digital content. Drop your email to admin@tehsusu.com to collaborate.