Itinerary Jogja 2 Hari 1 Malam

Spread the love

Hai haloo…

Ada yang sudah berencana liburan lagi dalam waktu dekat? Bepergian ke tempat jauh mungkin belum jadi pilihan saat new normal, tapi bepergian ke tempat wisata dalam negeri bisa jadi pilihan.

Ada yang mau main ke Jogja a.k.a. Yogyakarta? Sudah tahu kan kalau Jogja sekarang mulai membuka kembali pariwisatanya secara bertahap? Kalau saya baca infonya, saat ini yang boleh masuk adalah wisatawan dengan grup kecil (4-5 orang seperti keluarga), dan belum dibuka untuk wisatawan dengan grup besar. Nah, bila memang teman-teman berencana untuk traveling ke Yogyakarta dengan keluarga atau dengan teman dalam grup kecil, selain mempersiapkan kesehatan diri, siapkan juga itinerary yang pas.

Berikut saya akan membagikan itinerary untuk wisata dua hari satu malam di Yogyakarta, based on perjalanan terakhir saya ke sana. Semoga membantu!

Hari Pertama 

Air terjun Kedung Kayang yang Eksotis

Ini dia air terjun cantik yang bikin orang jatuh cinta pada pandangan pertama. Berada di antara kaki Merapi dan Merbabu, namanya Air Terjun Kedung Kayang ini sebenarnya bukan pas di Jogja, tapi di Magelang. Namun lokasinya bisa dicapai cepat kalau kalian jalan pagi hari begitu sampai dengan kereta api di stasiun. Jangan gak ke sini, soalnya tempat ini asli keren banget. Bagi yang suka main di air di alam terbuka, jelas tempat ini rekomen. Lalu untuk para pemburu foto sunrise (seperti saya), Kedung Kayang jelazzz jangan sampai terlewat. Asliiii keren banget.

air terjun kedung kayang

Kalian harus jadikan tempat ini kunjungan pertama pagi hari begitu tiba dengan kereta api. Tancap gas ke sini, dan langsung menikmati pemandangan matahari terbit Kedung Kayang dari balik gunung dan pepohonan nun jauh di sana, dari gardu pandang yang dibangun di atas pohon. Terakhir saya ke sana ada dua gardu pandang, dan saat itu masih pagi benar (meskipun sebenarnya kami datangnya telat untuk dapat foto sunrise) belum terlalu ramai orang yang datang jadi gak ada cerita ngantri sampai panjang.

Kerajinan Perak Kotagede

Setelah dari Kedung Kayang, kami kemarin langsung meluncur ke Kotagede, mengunjungi tempat kerajinan perak. Sarapannya bagaimana? Kita kemarin sarapan mie rebus saja di warung di Kedung Kayang, untuk menghemat waktu singgah.

Sedikit cerita tentang Kotagede. Kawasan Kotagede diisi dengan bangunan-bangunan klasik khas peninggalan kerajaan Mataram Islam, dan terletak di tenggara kota Yogyakarta. Dan dulu sekali sebelum terkenal sebagai daerah pusat penghasil kerajinan perak, Kotagede masih menghasilkan kerajinan imitasi, baru kemudian pada abad ke-16, kerajinan perak Kotagede mulai tumbuh, yang konon diprakarsai oleh kalangan bangsawan keraton Jogja.

Kotagede selalu ramai wisatawan, yang ingin berbelanja souvenir sekaligus melihat proses pembuatan dari perak. Harganya bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan, tentunya harga tergantung jenis bahan dan kerumitan design. Karena sebagian besar penduduk di Kotagede menggantungkan hidup dari kerajinan perak, kalau ke sini belilah ya, dua tiga perhiasan atau pajangan.

tempat kerajinan perak kotagede

Makan siang di Sate Klatak Pak Pong

Warung Sate Klatak yang sudah berdiri sejak tahun 1960  ini adalah kuliner yang wajib dicoba kalau kita main ke Yogyakarta. Menu utama sate ini adalah sate kambing yang dimasak gurih dengan sajian kuah gulai. Jelas rasanya beda sama sate biasa yang dimasak pakai kecap atau tambahan rempah lain, jadi harus coba biar tahu rasanya seperti apa. Buat saya enak, meski awalnya masih agak kaget pas nyoba karena belum terbiasa. Dan satu lagi yang unik adalah, daging kambingnya ini dibakar bukan dengan tusukan bambu, tapi pakai jeruji besi sepeda. Katanya dengan pakai tusukan jeruji, justru bumbunya akan lebih meresap. Oh iya, kalau datangnya rombongan, jangan lupa booking dulu, karena biasanya penuh.

sate klatak pak pong

Gumuk Pasir Parangkusumo

Tempat berikut yang bisa dikunjungi di hari pertama adalah Gumuk Pasir Parangkusumo. Tempat ini biasa dipakai untuk bermain sandboarding dan juga jadi lokasi foto prewedding. Pengunjung banyak yang datang sore hari agar cuaca sudah cukup adem buat bersantai atau berfoto.

Gumuk Pasir Parangkusumo

Karena angin lumayan kencang dan juga tipe pasir di Gumuk Parangkusumo ini tipenya sangat halus dan gampang terbang sehingga jangan biarkan tas terbuka. Dan sebaiknya kalau pakai sandal, pakai kaos kaki juga agar kaki tidak luka tergesek pasir. Oh iya, sudah tahu belum kalau pasir di Parangkusumo ini unik? Saya menuliskan detailnya di sini:  Gumuk Pasir Parangkusumo, Gurun Saharanya Indonesia

Makan malam Gudeg

Nah, setelah dari Gumuk Pasir, saatnya makan malam. Tadinya kita berencana makan di Gudeg Yu Djum tapi kehabisan (karena kita sampai kemalaman akibat macet di jalan), jadi kita makan di resto gudeg lain yang masih satu kawasan juga.

Karena saya bukan penggemar gudeg, saya tidak ikut memesan gudeg. Yang saya makan hanya tempe, soalnya mau pesan ayam goreng juga udah habis.

Setelah selesai makan malam jam sepuluh kita sudah tiba di penginapan. Bersantai.

Hari Kedua

Ayo Kejar Sunrise di Candi Plaosan

Buat yang suka memotret sunrise, memang sebaiknya kunjungi Candi Plaosan pagi-pagi sekali sebelum subuh. Namun apabila ingin berkunjung saat daylight, tak masalah. Lokasi candi ini unik karena di sini kita bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan juga matahari terbenam.

Candi Plaosan Klaten

Saya dan teman-teman ke sana tahun lalu dan menghabiskan waktu sampai sekitar jam sembilan pagi, kemudian kita sekalian sarapan di warung dekat Candi Plaosan. Kenapa? Jadi kemarin itu kebetulan memang sedang ada event lari dan beberapa jalur jalan kan ditutup. So, daripada mobil harus menunggu macet di jalan, lebih baik kita sarapan dulu saja sambil menunggu jalan dibuka lagi. Ok juga kok, warung makan yang ada sekitar 1 KM dari Candi. Rasa sotonya enak, ada macam-macam gorengan juga. Nikmat.

Pasar Beringharjo

Ini adalah pasar tertua di Yogyakarta, dengan nilai filosofis dan nilai sejarah yang tak bisa dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta. Beringharjo bermakna harfiah hutan pohon beringin, dengan harapan dapat memberi kesejahteraan bagi warga Yogyakarta.

Buat yang tak suka panas dan bau pasar, mungkin ini tak jadi pilihan. Namun bagi yang suka eksplor barang-barang antik dan unik, coba deh masuk ke dalam. Kemarin itu kami terbagi jadi dua grup, yang satu lagi pergi ke tempat lain, sementara grup kami (saya, Opa, KaDe dan Anip) memilih menjelajah pasar. Masuklah ke sini untuk ngecharge jiwa.


Baca juga: Hatiku Berkecamuk di Pasar Beringharjo


Mirota Batik Malioboro

Haha… rasanya gak afdol lho kalau ke Yogyakarta gak ke sini. Setelah dari Beringharjo, kami mampir ke Malioboro, khususnya ke Mirota Batik. Saya ingin bertemu dengan seorang teman lama orang Jogja, jadi kita pilih Mirota sebagai tempat ketemu sekaligus melepas dahaga di lantai atas.

Saya memang gak pernah bosan kalau ke Mirota. Ya namanya juga dept store batik, jadi isinya segala macam batik dan kerajinan non batik pasti ada, jadi mau cari oleh-oleh ya sudah lengkap semua di sini.

Beli oleh-oleh Bakpia Pathok

Nah, sebagai penutup acara jalan-jalan hari kedua di Yogyakarta, kami mampir lagi untuk membeli Bakpia Pathok 25 yang memang terkenal di Yogyakarta. Lokasinya persis di belakang Malioboro, jadi kalau mau lebih cepat mending naik becak daripada naik mobil, karena biasanya keluar dari kawasan Malioboro saja sudah macet sekali.

So, itu dia itinerary dua hari satu malam di Yogyakarta versi saya dan teman-teman terakhir ke sana. Hari kedua memang kami tidak sampai sore, karena setelah dari Bakpia Pathok, kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan kemudian cus ke bandara, untuk terbang kembali ke Jakarta.

Salam saya,

-ZD-

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

7 thoughts on “Itinerary Jogja 2 Hari 1 Malam

  1. Pingback: Manfaat Traveling Buat Kesehatan Mental | Life & Travel Journal Blogger Indonesia

  2. Foto di Kedung Kayang dan Candi Plaosan keren banget kak.
    Memang kami di rumah sudah kepikiran, kalau pandemi ini sudah berhenti, aman untuk bepergian atau kalau perlu sudah ada vaksin antivirus covid, Jogja adalah kota pertama yang ingin kami kunjungi.

  3. Nah loh, makin ngences pengen nJogja lagi huhu. Eh sumpah aku belum pernah ke Air Terjun Kayang itu. Nanti deh aku agendakan. Dan kayaknya seru gelap-gelapan di Gumuk Pasir 😀

    • Zizy Dmk

      Tu kannn harus main ke Kedung Kayang.
      Di sana ada toilet banyak kok, jadi gak akan mencri kek di India hahahaa….

Leave a Reply to Agung Pushandaka Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *