Yang Kami Lakukan Sore Ini

Sejak bikin green house ala-ala di belakang, duduk di belakang sambil menatap langit menggelap itu menyenangkan juga. Menikmati udara segar agak dingin karena sekarang kan sudah masuk musim penghujan, sambil memandang langit kebiruan. Mau menatap sunset tapi arahnya beda, tidak kelihatan dari tempat kita duduk di teras mana pun.

kegiatan bersama anak

Jadi sore tadi ceritanya sambil menunggu waktu berbuka puasa, saya ajak Vay makan di luar. Makan di luar itu artinya makan di luar rumah, jadi bisa di teras depan atau di belakang haha…! Bukan keluar ke mana gitu ya. Vay agak malas keluar-keluar sekarang, effort banget katanya karena berarti harus ganti pakaian dengan yang proper. Lagipula ini minggu-minggu ujian nih, jadi harus benar-benar belajar.

Dan… menanggapi tulisan sebelumnya mengenai belajar bagaimana bersyukur, sore ini adalah satu contoh kecil apa yang bisa disyukuri hari ini:

  • bisa menikmati langit sore Jakarta yang cerah
  • bisa mengobrol santai dengan anak tanpa pegang handphone
  • bisa berbuka puasa dengan makanan yang nikmat
  • bisa piknik di halaman rumah sendiri tanpa harus repot cari tempat
  • bisa tertawa terbahak-bahak melihat kucing kami Neko sprint ujung ke ujung

 

langit sore Jakarta

Terus saya mau cerita juga kalau Vay itu suka sekali mengetes saya.

Seperti tadi, sambil kami makan sore di luar itu, dia ngetes saya lagi, apakah saya tahu teman-teman dia. Biasanya yang dia tanya itu lebih ke teman-teman cowok dan teman cewek yang tidak terlalu akrab dengan dia, tapi pernah dia cetuskan sekali dua kali. Poinnya adalah awas aja kalau maminya gak tahu siapa teman-temannya.

“Mami, William itu sekelas gak dengan Vaya?”

Saya diam sebentar lalu jawab, “Yang Saragih itu, kan?”

“Vaya aja gak tahu nama lengkapnya.”

“Bah, Mami aja tahu. Kan dulu Kinderfield juga.”

“Andrew sekelas Vaya gak?”

“Hmm… Andrew yang mana ya?”

“Ishhh… Andreewwww..”

“Mami lupa.”

“Kalau Timi sekelas Vaya gak?”

“Iyalah, yang nama lengkapnya ada Benjamin kan?”

Hahah… Jadi ya, saya ini memang gampang mengingat visual dan juga mengingat nama yang sangat unik atau jarang ada. Jadi, ketika dulu mereka baru pertama kali masuk kelas, Vay kan tidak pernah membuka kameranya. Jadi saya biasanya nangkring tuh di belakangnya untuk melihat wajah teman-temannya di grade 7. Lalu Vay akan menunjuk ini siapa itu siapa, ngasih tahu mana teman baru dan mana teman yang dari SD tapi dulu beda kelas. Terus saya harus hapal dong, soalnya dulu waktu dia masih SD, saya gak ingat siapa saja teman sekelasnya, saking gak pernahnya menjemput ke sekolah. Yang diingat ya cuma itu itu saja.

Terus tadi dia sharing ke saya cerita dari teman lamanya yang pindah sekolah. Katanya begini, “Masa Mi, kata Lexi, guru Bahasa Inggrisnya di sekolah dia sekarang, spelling Penellope tu, Pe-ne-lo-pe.” Dan Vay puterin voice note dari temannya itu.

Saya bilang, “Mungkin gurunya kayak mami, orang batak, terus lidahnya suka keriting mendadak kalau udah ngomong Inggris.”

Lalu tadi dia juga cerita lagi tentang YouTuber favoritnya, dan saya mendengarkan dengan serius, karena nanti kalau tiba-tiba saya gak ingat pas besok-besok dia tanya, dia bisa ngomel.

Dan ujung-ujungnya minta dibelikan hoodie keluaran si yutuber. Huhuuu…

Dan saya jawab, “Minta sama Ayah aja.” 😀

Sharing is Caring

by

About Zizy Damanik Passionate in traveling, photography, and digital content. I have a professional experience as a digital marketer and social media strategist at Telco and OTT. Drop your email to zizydamanik22@gmail.com to collaborate.

2 thoughts on “Yang Kami Lakukan Sore Ini

Comments are closed.