1 Day Photo Trip ke Karang Songsong

Ceritanya seminggu yang telah lewat, pagi-pagi seorang teman saya sudah colek saya di WhatsApp. “Yok, kita hunting hari ini.” Langsung terlonjak, dong. Ih, ini teman hobi banget ya ajak hunting photo itu dadakan, udah tahu di sini ibu-ibu, kali aja lagi ada urusan anak. Tapi memang teman saya ini landscaper sejati, kalau ramalan cuaca bilang langit bakal cetar, maka dia berangkat. Meskipun kadang alam gak bisa ditebak, misalnya saat di lokasi mendadak berubah, kan. Jadi dia memang terbiasa pergi hunting foto itu ya dadakan. Nah, tujuan kali ini itu mau ke Karang Songsong, Banten. Sebelumnya kami sudah pernah lewati lokasi ini saat pulang dari Banten juga sebulan sebelumnya, dan waktu itu saya sungguh sampai berucap kagum melihat ombak-ombak Selatan yang luar biasa besar menerpa karang-karang berjejer. Plannya kita akan langsung berhenti di tepi pantai yang tidak terlalu jauh untuk dijangkau, tinggal jalan kaki saja. Kita akan kejar foto milky way pagi buta, plus mengejar sunrise.

Tapi sempat galaulah ya, pergi enggak pergi enggak. Ini bulan puasa, nanti sahurnya bagaimana. Kata teman saya bawa bekal aja. Hih mana enak bawa bekal, gak panas, alasan saya. Lalu saya tanya lagi, di sana ada toilet gak untuk cuci muka dan sikat gigi, karena kan kalau habis sahur maunya bersih-bersih dulu baru sholat (meskipun bayangan saya pasti juga sholatnya di mobil), teman saya bilang belum tahu. Karena dia juga belum pernah ke sana. Andalannya cuma Google Maps. Buset. Untung bukan saya yang pergi sendiri. Saya pakai GPS mobil atau pun Google Maps, tetep aja harus nyasar dulu baru ketemu. LOL.

Ya udah, akhirnya saya putuskan ikut. Soalnya kapan lagi bisa pergi hunting sehari model begini, dan dengan teman yang jago foto landscape pula. Persiapan kilat langsung dilakukan. Batre kamera di-charge semua — karena jelas gak akan ada tempat ngecharge — lalu bersihkan ulang lensa dan filter, cek ulang tripod, siapkan baju ganti dan toiletries, bawa sandal jepit (tadinya mo pakai booties tapi lagi malas), lalu siapkan dua botol air minum untuk kebutuhan bersih-bersih di sana. Untuk bekal sahur, saya hanya bawa cheeseburger McD saja. Dipesan untuk tiba sebelum buka puasa lalu dimasukkan dalam kotak bekal. Kelar. Sip.

Setelah buka puasa dulu di rumah, saya langsung bergerak ke tempat meeting point. Opung Boru Vay sudah datang untuk menemani cucunya. Vay sih gak keberatan maminya pergi foto-foto, dia sudah sangat pengertianlah dengan hobi maminya. Yang di Bali aja dia rela bangun pagi-pagi demi menemani maminya ngejar sunrise di Ulun Danu. 🙂

Tadinya kan mau berempat perginya, terus jadi bertiga karena ada satu teman yang batal ikut. Ya sudah, kami berangkat naik mobil pribadi, bergantian menyetir. Perjalanan untuk sampai ke Karang Songsong akan ditempuh lima enam jam kalau dengan mobil, jadi kalau mau ke sana kita harus memastikan kondisi fisik sangat fit, dan harus mampir di rest area yang pertama yang di KM 14-16 , soalnya itu rest area yang paling bagus untuk cari makanan atau ke toilet. Setelah itu ketemu rest area lagi masih jauh banget. (Dan jelek pula)

Nah, begitu kami keluar tol dan masuk Tangerang, perjalanan yang memabukkan pun dimulai. Hahaha.. Tapi memang benar, jalan untuk sampai ke Karang Songsong, Cibobos itu berputar-putar, bikin pusing dan yang pasti gak akan bisa tidur. Soalnya setiap kali berbelok, leher seperti terpatah-patah kanan-kiri (aduh bahasanya ya, terpatah-patah). Karena teman saya mengebut, kami tiba kecepetan di Karang Songsong. Berhenti dan parkir di sebuah warung — yang memang itu penanda lokasi kalau kata Google Maps — masih jam setengah satu pagi. Suasana gelap sepanjang jalan. Tidak ada lampu jalan, hanya ada lampu dari kendaraan yang lewat, baik truk, mobil pribadi, maupun sepeda motor. Ternyata meski sudah tengah malam, masih ada juga yang lewat. Kami lihat ke langit dong, oh ternyata awan lagi jalan-jalan, nutupin bintang-bintang. Ya sudah, karena memang milky way itu bagusnya sekitar jam dua atau jam tiga pagi, maksudnya biar bisa dapat posisi saat mulai turun (miring), jadi kami istirahat dulu di mobil. Tidur sebentar, sambil diiringi suara debur ombak yang keras.

Sekitar jam 2 pagi, mulai deh bangun, meski ya masih terasa lelahnya.. Nah, saat itulah saya lihat langit sudah bersih, dan bintang-bintangnya banyaaaaak banget. Saya langsung buka bagasi, ambil tripod, dan mulai siap-siap. Maksudnya biar di pantai nanti gak rempong, apalagi ini bawa tripod besar yang jarang dipakai. Benar saja kan, pas mo pasang tripod aja banyak hassle-nya, hahah… soalnya gelap banget. Head lamp saya kan rusak dan belum beli baru, jadi pakai senter teman tetap kurang membantu. Namun akhirnya kelar juga, dan mulailah saya tes foto. Karena menurut saya meski di pinggir jalan, tapi foreground pohon kelapa ini juga oke kok. Dan setelah mengambil beberapa foto, ini dia hasilnya. Alhamdulillah, dikasih kesempatan melihat dan mengambil milky way yang indah ini.

Milky Way di Karang Songsong

Setelah itu istirahat sebentar, sahur dulu ya, sudah lapar soalnya karena perjalanan tadi. Tak lama yang punya warung buka toko. Ternyata si ibu juga lagi bersiap-siap untuk sahur, jadi kita sekalian minta izin untuk parkir mobil di situ. Serta pesan Indomie untuk pagi nanti (buat kedua teman saya yang memang tidak saum).

Barulah sekitar jam setengah empat kami bertiga jalan ke pantai. Aduh, ini dia yang deg-degan banget buat saya. Masalahnya kan gelap banget, terus senter juga hanya satu, jadi harus ekstra teliti mencari mana jalan masuk ke pantai, jangan sampai salah masuk dan terperosok. Barulah ketika yang di depan bilang ketemu juga jalan masuk ke pantai, dan saya melihat itu benar jalan setapak, baru saya lega. Gak mau juga kan, tiba-tiba keinjek ular atau apa gitu, hehe….

Ternyata ya, seperti kata saya di depan tadi, cuaca memang tak bisa diduga. Di pantai ini, mendadak awan datang lagi, dan tertutuplah bintang-bintang itu. Wuihhhhh… yang lain langsung menyesal, kenapa tadi di atas gak ambil foto milky way pohon kelapa. LOL.

Menunggu sunrise kami isi dengan mengobrol, biar gak bosan dan gak serem. Soalnya gelap bukan kepalang, bahkan kita aja gak sadar saat tiba-tiba sudah ada ombak sampai ke kita setelah ia memutari karang. Pantai di Banten ini memang masuk wilayah Pantai Selatan, jadi memang ombaknya besar dan ganas. Jadi harus ekstra hati-hati melangkah.*Dan sebaiknya pun tetap menjaga sikap dan ucapan, jangan sampai sesumbar ya.

Menjelang jam setengah enam pagi, ternyata cuaca memang berubah. Ramalan bahwa cuaca bakal baik tidak terbukti. Awan tebal menggayut. Tapi saya cukup terhibur dengan ombak-ombak besar yang memecah. Kita nunggu yang di depan, eh dia datang dari belakang. Kayak dikepung. Dan karena pasirnya lembut banget, saya akhirnya buka sandal, barefoot ajalah lebih gampang bergerak. Ombak kencang membuat celana basah, ya biarlah, namanya juga main air ya.

Karang Songsong

Karang Songsong

Setelah puas foto — meski tak dapat langit cetar — kami kembali ke warung tadi. Ketika yang lain sarapan dulu, saya bersih-bersih dan kemudian jatuh tertidur di mobil. Lumayanlah, semalaman kurang tidur karena perjalanan memabukkan itu hehehe…

Jadi begitulah kisah hunting foto saya di Karang Songsong kemarin. Bagi yang ingin ke sini, bisa ambil alternatif menginap agar bisa mengunjungi tiga pantai lainnya yang searah, yang juga punya ombak dan karang-karang besar, jadi bisa dapat foto yang diinginkan.

Foto dari balik karang-karang yang ada di tengah. Dari sini ombak datang dari depan juga dari belakang.

Foto dari balik karang-karang yang ada di tengah. Dari sini ombak datang dari depan juga dari belakang.

Namun bila ingin photo trip ke sana untuk cari milky way dan sunrise sunset hunting bisa hubungi saya nanti saya bantu arrange. 🙂

-ZD-

Related Post

D3 Yokohama – Tokyo 15 Januari 2014 Saat terbangun di pagi hari dan melongok melalui jendela, ternyata memang benar hotel kita itu berada di tengah hutan. Kanan kiri pohon, dan kering semua. Saya tidak keluar untuk berfoto di tamannya, dingin ah. Enakan di dalam rest...
Satu Hari di Pajak Horas Waktu menunjukkan jam sepuluh pagi ketika saya sampai di Pajak Horas Siantar. Bertiga dengan Vay dan mbaknya, kami diturunkan di tepi jalan oleh supir.  Berbelanja ke pasar tradisional adalah hal yang jarang sekali saya lakukan. Waktu masih di Medan...
Casa Batllo dan Sagrada Familia Barcelona, bukan hanya terkenal oleh pebukitan atau pantainya yang cantik – meski saya tak sempat ke pantainya – tapi bentuk kotanya yang unik menjadi daya tarik utama wisatawan. Kalau bicara tentang arsitektur kota Barcelona, tak lepa...
Pantai Losari Makassar Memang, untuk menikmati pantai seutuhnya adalah dengan menyentuh airnya dengan kaki, merasakan rasa air asinnya di sudut bibir, serta merasakan hangat airnya di kulit. Namun bila semua momentum di atas tak bisa didapat, maka nikmatilah dengan cara...
Upside Down World Bali – Sensasi Rumah Terba... Upside Down World Bali Waktu ke Bali beberapa waktu lalu, di hari terakhir, yang bisa dikatakan sebagai hari super santai, saya dan Vay mengunjungi tempat rekreasi seru yang sempat hits setahun terakhir. Upside Down World Bali Museum. Kebetulan t...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

15 thoughts on “1 Day Photo Trip ke Karang Songsong

  1. Aku blm prnah ambil foto milky way gini.. Wajib pake tripod ya mba? Punya kamera, tp memang peralatan pendukungnya aku ga ada :D. Nabungnya gagal mulu, kepake utk biaya jalan2 trus hihihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.