Menggambar Unicorn

Kehebatan teknologi informasi adalah, semua yang kita butuhkan bisa kita dapatkan informasinya di internet. Vay sejak kemarin ingin belajar menggambar unicorn. Dan kita langsung browsing, dan menemukan artikel dan video how to-nya di sini. Good point, diajarkan step by step.   Lumayan hasilnya. Vay senang dan bangga sekali dengan keberhasilannya menggambar unicorn.   Thanks sudah … Read More

Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Susah Gemuk Semakin ke sini, Vay sepertinya tidak bertambah gemuk. Makannya so far biasa sih ya, tetap makan seperti biasa, khas makanan rumah. Tapi kita tetap positif thinking saja, mungkin karena banyak kegiatan di sekolah jadinya yang masuk juga sama dengan yang keluar. Anyway, Vay sekarang sedang istirahat ikutan gymnastic di mall itu. Bagaimana lagi, … Read More

Quality Time Saat Sports Day

Secangkir tehsusu: Adil terhadap pekerjaan dan anak itu tidak gampang. Karena ternyata, meskipun kita berusaha memberikan quality time, anak tetap merasa butuh kuantitas waktu yang lebih banyak. Sungguh luar biasa bagaimana Jakarta telah meneror warganya sehingga terus menerus berlomba dengan waktu. Kemarin pagi saya mengantar Vay ke sekolah, dan ternyata saat itu kelas P2 ke … Read More

Vay Dan Kompetisi

KOMPETISI Saat open house sekolah Kinderfield ini tahun lalu meskipun sudah bersekolah di sana sejak Kiddy, tapi saya tetap hadir juga saat open house untuk masuk SD  para orang tua sudah dikasih tahu, bahwa anak-anak pasti akan ada banyak pe-er. Tapi karena buku-buku pelajaran semuanya disimpan di sekolah, yang dibawa pulang oleh siswa hanyalah buku … Read More

Monas-Sayur-Selfie

Hai. Sudah di Jakarta lagi sekarang. Kami tiba di Jakarta hari Senin 4 Agustus kemarin, alhamdulillah penerbangan lancar. Kemarin kita kembali naik KA Bandara ke Kualanamu, agar tidak merepotkan orang rumahlah. Enaknya si KA Bandara ini, mau beli tiket bisa juga beli di vending machine di lokasi, bisa pakai cash, debit, hingga kartu kredit. Tidak … Read More

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H

Kepada seluruh teman blogger dan pembaca tehsusu.com, kami mengucapkan : Selamat merayakan Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan batin bila ada kesalahan dalam kata, tulisan, dan perbuatan, ya. Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

[Momen Mudik] Kereta Api Bandara Kualanamu

Hai. Saya sudah di Medan, lho. Tahun ini agak cepat ambil cuti mudik, karena ada urusan di Medan dan harus dikejar sebelum masuk libur lebaran. Kita berangkat dari Jakarta jam tujuh pagi lewat sepuluh menit – telat 40 menit dari jadwal – dengan Garuda. Percuma minta penerbangan pagi, berangkatnya telat juga. Tapi penerbangan sekarang pasti … Read More

Ujian JMC 3 dan Foto Gaya-Gayaan

UJIAN JMC 3 Caritanya kan hari ini Vay ujian JMC 3 Yamaha. Nah, sejak kemarin sudah diremind untuk terus latihan setiap hari, minimal lima kali main untuk setiap lagu. Tapi setiap kali disuruh latihan dia kayak ogah-ogahan gitu, pake ngambek dan cemberut. Maunya main sekali aja. Sebenarnya sih sejak dua bulan lalu dia sudah hapal … Read More

Vay Hari Pertama Masuk SD

Dulu saya suka deg-degan membayangkan, bagaimana ya nanti saat Vay masuk SD? Dan hari ini, anak kami itu pun resmi sudah jadi siswa kelas 1 sekolah dasar, atau kalau di Kinderfield, mereka menyebutnya Primary 1. Yup. Akhirnya kita pilih menyekolahkan Vay di Kinderfield lagi. Pertimbangan utamanya karena sekolah ini paling dekat dari rumah, dan setelah … Read More

Vay Lagi Feeling Blue

Selamat menjalani ibadah puasa, teman-teman. Semoga puasanya lancar ya! Mau cerita. Belakangan ini Vay sedang blue. Gampang sedih dan kangen sama maminya. Padahal ya, meskipun dia libur sekolah – sempat ikut summer class beberapa hari – saya gak cuti. Gak bisa cuti nih, kasihan ya. Jadi ya gak banyak jalan-jalan juga. Tapi bisa jadi karena … Read More

Selamat ya Sayang, sudah mau kelas 1 SD sebentar lagi.

Graduation Oh Graduation

Sabtu kemarin, adalah graduation day-nya Kinderfield. Sejak pagi kita sudah berkumpul di ICC Kemayoran untuk acara tersebut. Sekolah sekarang ya, tamat TK saja pakai acara graduation, padahal dulu kita saat tamat kuliah baru ada wisuda.

Acaranya sendiri diisi dengan festival tari dari anak-anak Kinderfield – all cabang – baru terakhir acara wisudaan.

Festival tari dimulai dari tari Brazilian, Mexico, Jepang, Indonesia, hingga terakhir adalah tarian asal Srilanka. Vay ada di tarian terakhir ini.

Seperti biasa, saya berbunga-bunga melihatnya dance di atas panggung, minimal kali ini dia terpilih bisa ikut dance. Sudah latihan sejak sebulan terakhir, dan Vay semangat sekali dan tak sabar menunggu hari H ini tiba, untuk bisa menari Srilanka.

Ketika tiba tarian Srilanka, tepuk tangan membahana. Sepertinya suporternya lebih banyak nih. Dan ketika tarian dimulai, aduh ternyata tariannya memang bagus, sama seperti tarian India sebelumnya yang juga dibawakan oleh Kinderfield Duren Sawit. Bedanya tarian India sebelumnya kostumnya kurang kece, anak-anak perempuannya pakai baju kayak piyama gitu, sama kayak boys. Kalau dance Srilanka ini, kostumnya bagus.

Srilanka Dance Perfomance Kinderfield Duren Sawit

Srilanka Dance Perfomance (Kinderfield Duren Sawit)

Vay, ternyata memang susah ya untuk senyum di atas panggung. Dancenya serius, hehe.. tapi yang penting sih dia tidak lupa tarian dan posisinya. Soalnya hari Selasa lalu dia tidak datang untuk gladi resik di tempat acara, sempat khawatir juga apakah dia akan bingung dengan lokasi baru, ternyata tidak.

Saya berbunga-bunga dan senyum-senyum sendiri saat merekamnya. Saat kembali ke kursi, ayahnya juga lagi senyum-senyum. Memang begitulah ya, orang tua kalau melihat anaknya perform, bangga dan senang.

Ini dia videonya, jangan lupa di-set ke quality HD agar enak nontonnya :).

Nah. Selesai cerita tentang tari.

Sekarang sampai di cerita gak enaknya. Rasa senang yang tadi memenuhi dada ternyata begitu cepat berganti kecewa.

Jadi, setelah acara festival tari selesai, langsung disambung dengan wisuda anak-anak, mulai dari primary dulu hingga kindergarten. Kinderfield Duren Sawit kebagian paling belakang, dan KG B Yellow – kelas Vay – paling belakang dipanggil. Kami semua menunggu dengan tak sabar, ingin melihat dan mendengar nama anak kami disebut di atas panggung.

Nah, saat mulai tiba Kinderfield Duren Sawit, saya langsung ke belakang, naik ke tempat untuk foto. Mau merekam tentunya. Ketika kelas Vay tiba, anak-anak masuk dan berbaris sesuai urutan. Di layar juga sudah keluar nama-nama mereka. Saat Principle mulai berjalan mendekati anak, di situlah seorang Miss mulai menyebutkan nama anak, dari yang pertama dan seterusnya.

Dan, ketika dua boys sebelum Vay selesai dipanggil dan Principle tiba di depan Vay, tiba-tiba ada jeda beberapa detik. Dan si Miss  itu melewati nama Vay! Dia tidak menyebutkan nama Vay, malah langsung ke nama Mai, teman Vay yang ada di sebelahnya, padahal saat itu Principle ada di depan Vay. Saya menangkap nada ragu di suaranya, suara bahwa dia sadar dia telah melakukan kesalahan. Dan kesalnya, dia tidak mengulangi tapi meneruskan saja. Saya melihat wajah Vay – dari kamera saya – terlihat bingung dan langsung berubah mau nangis. Dia bicara ke temannya Mai – saya tahu dia pasti bilang kenapa namanya tidak dipanggil. Saya menghentikan rekaman, saya kesal! Marah! Saking emosinya sampai tercekat di leher. Saya turun dan kembali ke tempat. Saya lihat wajah ayah Vay dan mbaknya juga heran, kenapa nama Vay tidak disebut. Saya kesal, lalu saya ajak mbaknya, saya bilang, tolong panggilkan Miss-nya, saya mau komplen.

Sambil berjalan ke depan, saya kirim SMS ke Miss kelas KG B (bukan Miss yang di depan tadi). Saya katakan kekecewaan saya. Dan saya menunggu di samping panggung, ingin ketemu Miss yang tadi itu. Sebelum pulang, anak-anak masih bernyanyi dulu di depan, jadi saya harus sabar menunggu selesai. Tapi saya sudah tidak senang lagi untuk foto-foto di keramaian itu. Saya kesal, saya kecewa.

Mungkin sebagian orang menganggap, ah cuma wisuda anak-anak kok. Memang iya, ini hanya wisuda ecek-eceklah istilahnya, tapi ini kan part of moment yang tak akan bisa diulang lagi. Kalau orang yang belum punya anak mungkin belum bisa merasakan kekecewaan saya ini. Tapi saya tak peduli, saya harus ungkapkan rasa kesal saya.

Saat anak-anak berbaris mau keluar, mbaknya Vay menunjuk Miss Lina, yang tadi di atas bertugas memanggil anak-anak tersebut. Saya menarik napas panjang – dan sudah menghabiskan segelas aqua untuk mereda emosi – dan mencoleknya.

Dia menoleh, dan terlihat agak terkejut melihat saya.

“Miss, kenapa tadi nama Vay tidak disebut?” Suara saya sampai bergetar saking nahan emosinya.

“Iya, Mi. Maaf, saya tadi memang ter-skip nama Vaya.”

“Iya, kenapa Miss? Apakah susah membaca nama Vaya?” Ini adalah dugaan saya. Miss yang satu itu tahu sosok Vaya tapi dia tidak tahu nama panjang Vay, jadi saya yakin dia bingung bagaimana membaca nama Vay dengan benar.

Sementara Vay yang saya gandeng bertanya heran, kenapa Mi, kenapa? Dia tak tahu kalau si Miss inilah yang tak menyebut namanya tadi.

“Gak sih, Mi. Tadi saya baru lihat wajah Vaya jadi saya baru sadar saya skip namanya.”

“Iya, tapi kenapa tidak diulang saja? Kan harusnya tidak masalah. Miss gak tahu kan, bagaimana roman Vay di panggung tadi. Saya juga kecewa berat, lho!”

“Iya, Mi. Maaf, yaa…” Dia mengulurkan tangan.

Saya menggeleng. “Ah, enggak deh! Saya kecewa!” Dan saya berlalu. Minta maaf pula. Kau kira lebaran, minta maaf melulu. Kebanyakan basa-basi. Dalam hatinya juga belum tentu dia peduli, karena bukan dia yang merasakan ini.

Foto Vay saat graduation gak banyak yang bagus, nih, karena fotonya saat dia jalan keluar, jadinya goyang. Yang di panggung ada, tapi karena ada nama anak-anak lain, saya memilih tidak memajangnya di sini.

Selamat ya Sayang, sudah mau kelas 1 SD sebentar lagi.

Selamat ya Sayang, sudah mau kelas 1 SD sebentar lagi.

Sorenya, baru masuk balasan dari Miss kelasnya Vay. Intinya ia minta maaf atas kesalahan yang panitia lakukan. Lalu saya mereply. Saya katakan, sebaiknya lain kali pastikan yang di depan itu familiar dengan nama anak-anak, jadi tidak kagok saat di depan. Toh permintaan maaf itu juga gak ada gunanya, anak-anak gak akan mengerti gunanya apalagi, karena “maaf” itu tak akan bisa mengembalikan momen yang sudah lewat itu.

Terserahlah orang mau bilang apa. Orang Indonesia ini kan kebanyakan basa-basi, berharap dengan minta maaf, masalah selesai. Yang dikecewakan pun suka gak enakan, langsung bilang ya sudahlah dia juga sudah minta maaf. Sama saya gak ada gak enakan. Saya jengkel, saya marah, mereka harus tahu. Uluran tangan dan kata-kata maaf, simpan saja buat kalian. Saya gak butuh. Yang penting kalian sadar apa akibat dari ketidakprofesionalitas kalian itu. Cuuii…. kalau semua bisa diselesaikan dengan maaf, gak akan ada konflik di dunia ini.

Saya kecewa, masih bisa diatasilah, tapi ketika saya lihat wajah anak yang berubah di atas panggung, itu adalah kekecewaan dia yang tak mungkin bisa saya ganti dengan apapun.

Malamnya – sampai tadi pagi – Vay masih mengingat-ingat soal namanya gak disebut. Dia bilang, dia sudah mau nangis kemarin, saat tahu namanya dilewati dan langsung ke nama Mai. Dan dia langsung tanya ke Mai kenapa namanya gak disebut, lalu Mai dengan lembut bilang, kenapa, kecepetan yaa….

Saya mengelus-elus kepalanya dan berusaha tersenyum – soalnya jadi emosi lagi hati ini, hahah… – lalu bilang, nanti kita beli mainan ya, biar Vay gak sedih lagi.

Tadi sudah dibelikan crayon dan buku Hello Kitty sih, meski dia masih kecewa, minimal itu bisa menghiburnya sedikitlah.

Happy graduation ya, Vay. Soon, sudah akan jadi siswa primary.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Selalu Ingin Sempurna

Minggu lalu, saat medical check up di sebuah rumah sakit dekat daerah Sudirman, iseng merhatiin peserta-peserta medcheck lainnya. Ada bapak-bapak yang genit dengan rekan sekantornya, ada pria yang sangat kelaparan karena harus menahan lapar dua belas jam hingga menghabiskan semua roti tawar di dining room, juga ada ibu-ibu yang datang medcheck sambil membawa anaknya. Saya … Read More

Drumband

Hari Minggu kemarin group drumband Kinderfield Duren Sawit akhirnya berlomba, di POPKI Cibubur. Berkompetisi dengan banyak finalis lain dari sekolah lainnya. Hari Jumat, anak-anak GR ke lokasi. Lalu hari Sabtu, disuruh lagi latihan di sekolah. Kemudian hari Minggu lomba. Saya bela-belain nahan diri deh, ini anak tiap hari disuruh latihan, karena toh setelah ini kelar, … Read More

Melipir ke Dunia Fantasi Ancol

Sabtu kemarin habis main ke Dunia Fantasi sama Vay. Sebenarnya rencana awal tuh mau ke Sea World, Vay suka sekali ke situ. Dia mau lihat ikan babi – lupa namanya, tapi kayak sejenis paus kecil yang moncongnya kayak babi itu – katanya. Ayahnya gak bisa ikut karena ada kelas, bawa murid diving ke pulang. Terus … Read More